BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Lokasi geografis

Kabupaten Bojonegoro, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Bojonegoro. Bojonegoro terletak pada posisi 6°59′ sampai dengan 7°37′ Lintang Selatan dan 111°25′ sampai dengan 112°09′ Bujur Timur. Bojonegoro merupakan bagian dari Blok Cepu dan salah satu sumber deposit minyak bumi terbesar di Indonesia.

Secara administratif Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro memiliki batas wilayah:

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Tuban
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Lamongan
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Madiun, Nganjuk dan Jombang
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Ngawi dan Blora (Jawa Tengah)

 

Kabupaten Bojonegoro terletak pada daerah yang ditandai warna merah.

Bengawan Solo mengalir dari selatan, menjadi batas alam dari Provinsi Jawa Tengah, kemudian mengalir ke arah timur, di sepanjang wilayah utara Kabupaten Bojonegoro. Bagian utara merupakan Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo yang cukup subur dengan pertanian yang ekstensif. Kawasan pertanian umumnya ditanami padi pada musim penghujan, dan tembakau pada musim kemarau. Bagian selatan adalah pegunungan kapur, bagian dari rangkaian Pegunungan Kendeng. Bagian barat laut (berbatasan dengan Jawa Tengah) adalah bagian dari rangkaian Pegunungan Kapur Utara.

Kota Bojonegoro terletak di jalur Surabaya-Cepu-Semarang. Kota ini juga dilintasi jalur kereta api jalur Surabaya-Semarang-Jakarta. Kabupaten Bojonegoro terdiri atas 27 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Bojonegoro.

2.2 IKLIM

2.2.1 Curah hujan

Kondisi hujan di Kabupaten Bojonegoro jumlah hari hujan rata – rata 106 hari, selama tahun 2001 dengan curah hujan rata – rata sebanyak 179 mm/tahun. Hujan diperkirakan bulan September sampai April merupakan musim penghujan sedangkan bulan mei sampai Agustus merupakan musim kemarau.

2.2.2 Suhu dan Kelembaban

Kondisi iklim di Kabupaten Bojonegoro termasuk beriklim tropis dengan suhu rata – rata 27,80 Celsius dengan suhu udara maxsimum 31,4 0 Celsius, minimum 24,20 Celsius kecepatan angin rata – rata 16 – 67 M/detik dengan kelembaban rata – rata 19 %. 

2.3 TOPOGRAFI

Kabupaten Bojonegoro memiliki luas sejumlah 230.706 Ha, dengan jumlah penduduk sebesar 1.176.386 jiwa merupakan bagian dari wilayah propinsi Jawa Timur dengan jarak ± 110 Km dari ibukota Propinsi Jawa Timur. Terdiri dari 27 kecamatan dan 11 kelurahan dan 419 desa. Wilayah Kabupaten Bojonegoro dibelah oleh Sungai Bengawan Solo dari barat sampai ke timur.

Luas wilayah berdasarkan ketinggian dari permukaan laut
a. Di bawah 500 m : 230,159 Ha (99,76%)
b. 500 m – 1000 m : 574 Ha (0,24%)

2.3.1 Relief / Kemiringan lereng

Tingkat Kemiringan Tanah di Bojonegoro :
a. 0 – 2 % : 1.271,1 Km2 (55,10%)
b. 2 – 15 % : 834,3 Km2(36,16%)
c. 15 – 40 % : 173,1 Km2(7,50%)
d. diatas 40 % : 28,5 Km2(1,24%)

 

2.4 BATUAN

Jenis batuan yang berada di daerah Bojonegoro adalah batuan kapur. Bagian selatan adalah pegunungan kapur, bagian dari rangkaian Pegunungan Kendeng. Bagian barat laut (berbatasan dengan Jawa Tengah) adalah bagian dari rangkaian Pegunungan Kapur Utara

2.5 TANAH

Jenis Tanah yang berada di Bojonegoro adalah :

a. Alluvial : 46.349 Ha (20,09 %)
b. Gruasol : 88.937 Ha (38,55 %)
c. Litosol : 50.871 (22.05 %)
d. Medeteran : 44.549 (19,31 %)

2.6 PENGGUNAAN LAHAN dan VEGETASI

Karena tanah di daerah Bojonegoro umumnya berkapur maka tanaman yang banyak ditanaman yaitu pohon jati. Pohon jati digunakan masyarakat untuk kerajinan seperti :

1.      Mebel Kayu Jati

Produk unggulan ini telah lama dikenal dan berkualitas ekspor, karena Bojonegoro merupakan penghasil kayu jati berkualitas. Corak dan desain telah disesuaikan dengan situasi jaman, baik lemari, buffet, meja, kursi atau tempat tidur.

2.      Bubut – Cukit

Bentuk souvenir kayu jati khas Bojonegoro yang tetap menonjolkan guratan kayu jati. Penggarapannya dilakukan secara teliti dan detail, tapi tetap mempertimbangkan aspek estetika. Khususnya berupa miniatur mobil, sepeda motor, becak, kereta api, jam dinding atau guci, penghias interior.

3.      Kerajinan Limbah Kayu

Kerajinan limbah kayu jati yang dibentuk menjadi karya seni dalam berbagai model sudah merambah pasar ekspor ke berbagai negara.

            Selain pohon jati tanamman yang ditanam yaitu :

  • Pisang

Pisang banyak ditanam karena  daerah Bojonegoro memiliki makanan khas ledre. Berbentuk gapit (seperti emping gulung) dengan aroma khas pisang raja yang manis. Sangat tepat untuk teman minum teh dan sajian tamu atau untuk oleh-oleh.

  • Salak

Salak yang ditanan yaitu salak wedi. Salak wedi rasanya manis, masir, renyah, segar dan besar. Dapat dijumpai di setiap pekarangan rumah penduduk di desa Wedi dan sekitarnya. Perbedaan Salak Wedi dengan salak lain, seperti Salak Pondoh, adalah kandungan air yang lebih banyak sehingga membuat Salak Wedi terasa lebih segar.

Keberadaan Salak Wedi sudah ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun silam, yang secara turun-temurun telah menjadi sumber pendapatan bagi warga Desa Wedi. Konon asal muasal bibit salak ini pertama kali dibawa oleh seorang Ulama’ yang mengajarkan agama Islam di desa Wedi. Dari bibit tersebut terus berkembang hingga tidak hanya desa Wedi tetapi meliputi juga beberapa desa sekitar Wedi, yaitu Kalianyar dan Tanjungharjo.

  • Blimbing

Blimbing dengan berat 2 – 3 ons per buah dapat dijumpai di kebun buah desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro. Rasanya manis, segar dan harum.

  • Bambu

Bambu digunakan untuk penduduk sekitar untuk produksi barang – barang rumah tangga. Pendapatan ini sebagai tambahan, tanaman ini banyak tumbuh di Kec. Baureno dan Kec. Kalitidu.

  • Tembakau

Bojonegoro sebagai penghasil tembakau virginia terbesar di Indonesia dan telah lama dikenal sebagai tembakau terbaik di dunia. Hijaunya tanaman tembakau hampir di seluruh wilayah Bojonegoro dapat dilihat antara bulan Mei – Oktober.

2.7 BENCANA

Bencana Alam di Indonesia (1998-2003)

Jenis Jumlah Kejadian  Korban Jiwa  Kerugian (juta rupiah)
Banjir 302 1066 191.312
Longsor 245 645 13.928
Gempa bumi 38  306 100.000
Gunung berapi  16  2 n.a
Angin topan  46 3 4.015
Jumlah  647  2022   

Sumber: Bakornas PB.

2.7.1 Banjir

Bencana alam yang sering terjadi dan tiap tahun melanda kota Bojonegoro adalah banjir. bencana banjir yang terjadi di Bojonegoro akibat dari luapan air Bengawan Solo yang sudah melebihi ambang batas yaitu 15 phielscal. Ada 14 kecamatan dari Margomulyo hingga Baureno yang dilewati oleh aliran bengawan Solo. Diantara Daerah Aliran Sungai (DAS) yang harus diwaspadai sebagai kantong-kantong rawan bencana adalah Kalitidu, Ngraho, Kanor, Baureno dan kecamatan lain yang menjadi aliran Bengawan Solo.

2.7.2 Lumpur
Kasus keluarnya lumpur dari bekas titik seismik di Dusun Jombok, Desa Setren, Kecamatan Ngasem, yang ditanggapi oleh Mobil Cepu Limited (MCL), anak perusahaan Exxon Mobil yang mengelola Blok Cepu. Berdasarkan hasil pengamatan dengan gas detector, kandungan CO (karbon dioksida) H2S (hidrogen sulfida) di titik lumpur -bekas titik seismik 2002-2003- dan sekitarnya 0 (nol). Kandungan O2 (oksigen) sebesar 20,9, serta andungan LER (gas yang mudah terbakar semisal metan) adalah 0 (nol).

2.7.3 Ledakan sumur dan pipa, pencemaran gas, kebisingan
Bojonegoro merupakan wilayah padat penduduk yang kaya akan sumber migas dengan potensi cadangan minyak sebesar 837,5 juta barrel. Jika total potensi cadangan minyak Blok Cepu 873,4 juta barrel, maka sebanyak 95,89% minyak di Blok Cepu berada di Bojonegoro. Saat ini, hampir seluruh wilayah Bojonegoro telah dikapling untuk dikeruk migasnya. Artinya, lebih dari 1,2 juta penduduk Bojonegoro hidup berdampingan dengan risiko terjadinya kecelakaan industri migas.
Meledaknya sumur migas Sukowati 5 pada tanggal 29 Juli 2006, yang memakan korban warga dari 3 desa (Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Desa Ngampel, dan Sambiroto, Kecamatan Kapas).

Seharusnya peringatan dini (early warning) akan terjadinya bencana dapat disosialisasikan ke warga melalui Pemerintah dan pengusaha yang mengadakan eksplorisasi di daerah tersebut. Pemerintah telah melaksanakan tugasnya untuk memberikan system perringatan dini, tetapi masih kurang maxsimal.

DAFTAR PUSTAKA

WWW.BOJONEGORO.GO.ID
WWW.KOMPAS.COM
WWW.ANTARA.CO.ID
WWW.STUDENTS.UKDW.AC.ID
WWW.ID.WIKIPEDIA.ORG
WWW.TEMPOINTERAKTIF.COM
WWW.WALHI.OR.ID
Iklan