Oleh: Bagus Wahyu Nugroho

 

Kegiatan evaluasi lahan dapat dilakukan melalui pengujian pot yang merupakan pengujian kesuburan tanah. Pengujian pot dilakukan jika seorang surveyor ingin menganalisis kesuburan tanah dan merekomendasikan apa yang harus dilakukan dari segi kesuburan tanah tersebut yang bertujuan mengembangkan suatu lahan. Kendala yang dihadapi dengan pengujian pot adalah pengaruh lingkungan di lapangan tidak diperhitungkan, sehingga pertumbuhan tanaman uji coba dapat maksimal dan tidak ada pengaruh dari luar yang mengganggu pertumbuhan tanaman uji coba, selain itu untuk melakukan analisa tanah perlu dilakukan pengeringan udara setelah dilakukan setelah mengambil sampel di lapang. Pengeringan dilakukan selama 2 hari. Di rungan pengeringan tanah dihaluskan dan diayak serta kemudian di cari kadar airnya dengan menggunakan rumus :

 

Penentuan kadar air kering udara, penentuan kadar air kapasitas lapangan, penentuan banyaknya air yang ditambahkan untuk mencapai kapasitas lapangan, penentuan berat tanah yang harus ditimbang setara dengan 3 kg tanah kering oven, penghalusan tanah dengan grinder, penimbangan contoh tanah halus, dan dimasukkan ke dalam polybag. Setelah itu dilakukan penyiraman hingga mencapai kapasitas lapangan dan didiamkan selama semalam untuk penjenuhan. Jumlah yang disiapkan adalah dua polybag per lokasi (masing-masing lokasi 2 ulangan).

Kelebihan pengujian pot dalam evaluasi lahan:

  • Pengujian yang dilakukan tidak membutuhkan biaya yang mahal.

  • Pengujian dapat dilakukan dengan waktu yang singkat.

  • Kesuburan tanah dapat dilihat dan diamati secara maksimal.

  • Rekomendasi yang diberikan, dalam hal pemberian pupuk atau kapur dapat dihitung dengan mudah.

  • Dapat mengetahui kisaran jumlah unsur hara apa yang terdapat dalam tanah tersebut dan unsur tanah apa yang harus ditambah untuk tanaman tertentu.

  • Dapat mengetahui pengaruh unsur hara terhadap tanaman uji coba dalam hal ini perkembangan akar, batang, jumlah daun dan bobot kering tanaman.

Dalam kegiatan evaluasi lahan, dalam hal ini dalam rangka untuk menguji mengenai:

  • Kesesuaian lahan

  • Kemampuan lahan

  • Evaluasi lapang dari “potensi agronomic”

  • Petunjuk / indikasi produktivitas

Pengujian pot dalam hal ini ditujukan untuk menganalisis kesuburan tanah dari lapangan yang telah kita ambil sampelnya. Sampel yang kita ambil menurut kedalaman, sehingga analisa yang kita dapat tiap kedalaman tanah dapt menjadi acuan rekomendasi apa yang dapat kita berikan dari suatu lahan.

Hilang atau berkurangnya kandungan unsur dalam tanah yang disebabkan penanaman yang terus menerus dapat mengakibatkan tanah menjadi miskin. Bila hal itu kita biarkan maka tanamarodukn yang kita budidayakan di tanah tersebut tidak akan tumbuh dan berproduksi secara maksimal. Akhirnya pendapatan yang kita terima pun menjadi berkurang. Meskipun kesuburan tanah bukan satu-satunya hal yang mutlak harus dipenuhi, namun tanah yang subur merupakan elemen penting yang turut menunjang keberhasilan dalam usahatani. Dengan pertimbangan seperti itulah pengujian atau evaluasi lahan dengan kesuburan tanah tempat kita menanam mutlak dilakukan.

Hal ini bukan saja untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah kita namun juga sebagai acuan/patokan akan dosis pupuk yang harus diberikan agar optimal. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui kesuburan suatu tanah diantaranya : (1) melihat citra tanaman di lapangan , (2) uji tanaman, (3) uji biologi dan (4) uji tanah.

  • Percobaan Pot di Rumah Kaca   

                Percobaan pot di rumah kaca dengan menggunakan tanaman sebagai indikator  (Biological test), contoh tanaman jagung yang dapat memberi gambaran mengenai status unsur hara di dalam tanah. Pendekatan yang dilakukan disini adalah: contoh-contoh tanah diambil dari daerah yang akan diteliti kemudian dengan berat tertentu dimasukkan kedalam pot dan ditanamai dengan tanaman jagung sebagai indikator. Selanjutnya setiap pot diberikan perlakuan pupuk menurut  jenis dan jumlah unsur hara yang diteliti (sebagian tanpa pupuk/kontrol). Dari pertumbuhan atau produksi tanaman yang  diperoleh dapat dideteksi kekurangan dan kebutuhan akan unsur hara dari tanah dan tanaman tersebut. Uji tanah dalam pot berdasarkan konsep bahwa tanaman akan memberikan respon / reaksi terhadap pemberian pemupukan dimana bila kadar hara tersebut kurang atau jumlah yang tersedia tidak cukup untuk pertumbuhan tanaman yang normal. Sebagai contoh adalah jumlah Kalium yang dapat dipertukarkan merupakan indikasi dari Kalium tersedia untuk tanaman. Semakin tinggi jumlah dari kalium yang dapat dipertukarkan dalam tanah, semakin berkurang respon tanaman tersebut terhadap pemupukan Kalium.

Tujuan umum dari analisis tanaman adalah :

(1)   Untuk mengdiagnosa atau memperkuat diagnosa gejala kekurangan unsur hara tertentu yang tampak pada pertumbuhan tanaman di lapangan.  Analisis tanaman telah menjadi alat yang efektif dan menyakinkan dalam mengidentifikasi  kekurangan hara pada tanaman.

(2)   Untuk mengidentifikasi masalah yang terselubung.  Beberapa gejala kekurangan hara tidak menunjukkan gejala yang spesifik dalam tanaman atau vigor tanaman tetap baik, tetapi  produksi rendah.  Analisis tanaman dapat mengidentifikasi keadaan tersebut (masalah terselubung).

(3)   Untuk mengetahui kekurangan hara sedini mungkinAnalisis jaringan tanaman mampu melihat kekurangan hara, walaupun gejala yang ditunjukkan tidak cukup kuat.  Data analisis tanaman dihubungkan dengan data analisis tanah dan genesa tanah akan sangat membantu mempercepat penanganan masalah kekurangan hara di dalam tanah.

(4)   Untuk mempelajari bagaimana hara dapat diserap tanamanJika unsur hara  (pupuk) ditambahkan kedalam tanah untuk memperbaiki kekurangan hara, seringkali tidak banyak diketahui bagaimana sebenarnya unsur hara masuk/diserap ke dalam tanaman.  Dengan perkataan lain,  jika ada respons tidak ada hara yang diserap, padahal nyatanya hara tidak kurang, disinilah perlunya mengetahui bagaimana hara dapat diserap setelah ditahan oleh tanah, atau  pemberian yang kurang menguntungkan, atau bagaimana unsur hara diserap tetapi tidak efektif untuk pertumbuhan tanaman.

(5)   Untuk mengetahui interaksi atau antagonisme diantara unsur haraTidak jarang ditemui, penambahan hara (pupuk) tertentu menyebabkan berkurangnya sejumlah hara lainnya di dalam tanah dan menyebabkan penyerapan unsur hara tersebut oleh tanaman menjadi rendah dan produksinya juga menurun.  Penjelasan bagaimana interaksi tersebut, sering tidak diketahui.  Tersedianya data analisis tanaman mempercepat kita untuk mengetahui masalah tersebut  didalam pemberian hara makro dan mikro.

(6)   Sebagai alat bantu pemahaman fungsi hara dalam tanaman.   Analisis seluruh bagian tanaman atau bagian-bagian tertentu secara periodik dalam satu musim, di bawah kondisi lingkungan tertentu menunjukkan perbedaan yang besar diantara tanaman, dan sama dalam varietas/galur.  Analisis tanaman digunakan dalam menunjukkan mobilitas unsur dalam tanaman dan bagian tanaman, dan dapat mengetahui dimana terdapatnya  kebutuhan terbesar beberapa hara dalam proses metabolisme.

Rekomendasi yang dapat dihasilkan dari pengujian pot:

(1)  Bahan apa yang harus dipakai untuk koreksi keracunan atau adanya defisiensi unsur hara tertentu pada suatu  tanaman tertentu.

(2)  Metode aplikasi  pupuk/kapur yang bagaimana yang paling efisien.

(3)  Waktu pemakaian pupuk/kapur (kapan sebaiknya pemupukan dilakukan).

(4)  Dosis atau takaran pupuk yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan unsur hara dalam mencapai suatu tingkat produksi tertentu.

            Tujuan akhir dari program penelitian kesuburan tanah (dengan pengujian pot) melalui evaluasi lahan sesungguhnya adalah untuk memberikan rekomendasi pemupukan yang juga menyangkut aspek ekonomi sedemikian rupa sehingga petani mendapatkan keuntungan yang maksimal dari penggunaan pupuk atau kapur.  Oleh karena itu bentuk fungsi produksi atau respons (surface respons curve) tanaman pada kondisi tertentu perlu dipelajari.  Demikian pula konsep “Law of the minimum” dan “Law of limiting factors” perlu diperhatikan.