Tanaman penutup tanah merupakan tanaman yang sengaja ditanam untuk mengurangi pengaruh erosi, menambah sumber bahan organik serta meningkatkan produktivitas tanaman. Tanaman ini bisa ditanam tanpa tanaman utama atau bersama tanaman utama, bahkan sebagai tanaman dibawah tanaman utama dan diatas tanaman utama.
Tanaman penutup tanah dibagi menjadi 3, berdasarkan habitatnya:
1. Tanaman penutup tanah rendah
2. Tanaman penutup tanah sedang yang berupa semak
3. Tanaman penutup tanah tinggi

Tanaman penutup tanah rendah
Tanaman penutup tanah rendah digunakan untuk:
a) Penutup tanah diantara tanaman perkebunan.
b) Digunakan pada pola tanaman yang rapat dalam barisan.
c) Untuk keperluan khusus, missal: memperkuat tebing saluran air, teras dan lain-lain.

Contoh jenis-jenis tanaman penutup tanah rendah:
• Banyak ditanam di daerah perkebunan karet:
o Centrosema sp.
Merupakan tanaman legume yang berasal dari Amerika. Mempunyai pertumbuhan yang lebat dan panjang batangnya mencapai 4 m, sehingga dapat menekan pertumbuhan gulma.
o Calopogonium
Memiliki daun yang banyak dan panjangnya 3 m. tanaman ini mempunyai kemampuan menambat N di udara sebesar ± 3,8 mg N/hari/tanaman. Pada umur 5-6 bulan mampu menghasilkan ± 20 ton/ha bahan segar atau ± 4 ton/ha bahan kering yang mengandung ± 2,5 %N, 0,25 % P dan 1 % Ca.
o Pueraria
Merupakan tanaman legume yang merambat dengan panjang batang hingga 3 m, dapat tumbuh pada tanah yang miskin dan tanah naungan. Mempunyai kemanpuan menambat N lebih dari tanaman Centrosema sp. dan Calopogonium.

• Ditanam pada tanah yang miskin:
o Mimosa invisa
• Ditanam untuk melindungi teras dan saluran:
o Agerantum conizoides I. (bebondotan)
o Panicum Maximum jacq (rumput benggala)
o Pennisetum purpureum Sch (rumput gajah)

Tanaman penutup tanah sedang
Tanaman penutup tanah sedang digunakan untuk:
a) Digunakan pada pola pertanaman teratur diantara barisan tanaman utama.
b) Digunakan dalam barisan sebagai pagar.
c) Diluar tanaman utama sebagai sumber bahan organik.
Contoh jenis-jenis tanaman penutup tanah sedang:
• Banyak digunakan dalam pertanian teratur:
o Clibadium Surrinamense
• Digunakan untuk tanaman pagar:
o Lantana camara L. (rumput telekan)
o Clotaralia sp.
• Digunakan sebagai sumber bahan organik:
o Leucaena glauca (lamtoro)
o Thitonia langeflora

Tanaman penutup tanah tinggi
Tanaman penutup tanah tinggi digunakan untuk:
a) Sebagai tanaman pelindung, ditanam teratur pada barisan tanaman.
b) Untuk tanamanpenghijauan dan reboisasi.
Contoh jenis-jenis tanaman penutup tanah rendah:
• Digunakan untuk tanaman pelindung perkebunan kopi:
o Leucaena (lamtoro)
Mampu menambat unsur N dalam jumlah besar
o Cajanus cajan (dadap)
Merupakan tanaman yang baik untuk perbaikan kesuburan tanah. Tanaman ini dapat mencapai ketinggian 4m, mempunyai perakaran yang dalam. Mampu menaqmbat nitrogen sebesar 14,5 mg dalasm 1 hari.
• Tanaman penghijauan dan reboisasi:
o Acacia albizia (akasia)
Mampu memperbaiki kesuburan tanah. Tanaman ini mampu menambah kandungan unsure hara dari pelapukan daunnya sebesar ± 525 kg N, 1100 kg MgO, 140 kg K2O, 189 P2O5 dan 140 S/ha/th dengan populasi ± 50 tanaman/ha.
o Gliricidae sepium
Tanaman ini merupakan tanaman legume yang berasal dari Meksiko yang digunakan sebagai tanaman pelindung kopi, coklat dan the. Tanaman ini dapat mencapai tinggi 15 m.Pada umur 1 tahun dapat menambah nitrogen dalam tanah sebesar ± 150 kg N /ha/tahun.
o Jambu mete
o Kemiri
o Jeruk