Ringkasan

KONVERSI LAHAN PERTANIAN MENJADI PENGEBORAN BLOK MIGAS CEPU DI JAWA TIMUR

Oleh: Bagus Wahyu Nugroho – 0610430009


Faktor Penyebab

Wilayah Kabupaten Bojonegoro dibelah oleh Sungai Bengawan Solo dari barat sampai ke timur. Sektor petanian mempunyai dominasi yang cukup besar dalam meningkatkan potensi daerah. Salah satu potensi yang dimiliki kabupaten Bojonegoro adalah kayu jati yang dapat diolah menjadi karya – karya seni ukir, mebel dan kerajinan tangan. Adapun desa-desa yang termasuk dalam lokasi proyek CPF blok Migas Cepu adalah Bonorejo, Gayam, Brabohan, Ringin Tunggal, Mojodelik, dan Begadon. Semuanya berada di Kecamatan Ngasem.

Semakin tipisnya minyak bumi menyebbkan harganya semakin meningkat serta potensi Blok Migas Cepu berada berada di wilayah Bojonegoro dan Jawa Tengah dengan potensi cadangan minyak bumi cadangan minyak mentah sampai 250 juta barrel dengan nilai produksi harian antara 140-200 ribu barrel/hari dapat meningkatkan pendapatan dan perekonomian nasional.

Proses Konversi

Rencana awal pengembangan blok cepu secara umum mulai dari tahap eksplorasi sampai pengapalan minyak di lepas pantai Tuban dengan melalui jaringan pipa di darat (Onshoer) sepanjang 76 kilometer serta jaringan pipa di laut (offshore) sepanjang 26 km. Setelah itu minyak akan diolah di Cilacap dengan dibawa kapal tanker.

Permasalahan tersebut dapat terselesaikan setelah adanya Mou yang menyepakati bahwa masing-masing pihak akan memperoleh kepemilikan sebesar 45% untuk Pertamina dan sejumlah yang sama untuk Exxon Mobil. Sisanya sebesar 10% akan dibagi untuk pemerintah provinsi Jawa Timur sebesar 2,2%, pemerintah provinsi Jawa Tengah sebesar 1,9%, kabupaten Bojonegoro sebesar 4,4% dan kabupaten Blora sebesar 2,1%. Khusus untuk kepemilikan kabupaten Bojonegoro bekerja sama dengan PT Surya Energi Raya sehingga Pemda tidak mengeluarkan dana dari APBD. Peran Exxon sebagai operator utama blok Cepu itu akan dipegang selama 30 tahun sesuai dengan periode kontrak yang dimiliki Pengeboran yang akan dilaksanakan oleh PT. Exxon Mobile Oil terdapat di tiga lokasi, yaitu di Kec. Kota Bojonegoro, Kec. Kapas, dan Kec. Dander.

Dampak Sosial Ekonomi

Pengoperasian Blok Migas Cepu otomatis akan memberikan suatu dampak bagi kehidupan sosial-ekonomi Bojonegoro dan Jawa Timur. Dari segi ekonomi proyek ini akan memberikan stimulan bagi perekonomian Jawa Timur, baik dalam bentuk penciptaan lapangan kerja, kesempatan-kesempatan usaha baru serta peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Di sisi lain, dari aspek sosial masuknya tenaga-tenaga asing dan luar daerah pastinya akan menyebabkan terjadinya suatu benturan budaya dengan masyarakat lokal.

Dari temuan awal penelitian Blok Migas Cepu dampak ekonomi langsung yang positif yaitu peningkatan investasi dari kegiatan pembangunan di sektor konstruksi dan pengeboran sebesar US $ 2 milyar (selama 3 tahun) dan peningkatan kesempatan kerja sebesar 1.060 orang (selama 3 tahun). Sedangkan dampak negatif langsung dialami oleh sektor pertanian berupa lahan pertanian yang dibebaskan antara 422 Hektar – 700 Hektar, petani yang jadi pengangguran antara 1.755-2.909 orang dan produksi padi yang hilang per tahun antara 2.439-4.044 ton.

Dari temuan awal penelitian dampak sosial yang akan muncul antara lain :

1. Kemampuan penduduk lokal dalam mengakses sumber daya alam yang ada di wilayahnya cenderung tetap.

2. Kemampuan penduduk lokal melakukan diversifikasi usaha umumnya rendah karena keterbatasan pendidikan dan tidak dimilikinya ragam ketrampilan yang memadai untuk survival.

3. Terjadinya kesenjangan antara tuntutan kebutuhan profesionalisme dunia industri dengan kualitas SDM penduduk lokal.

4. Kemungkinan resistensi sosial dan konflik yang akan timbul dikalangan penduduk lokal umumnya dipicu oleh adanya perlakuan yang dinilai tidak adil dari dunia industri yang masuk ke wilayah setempat.

5. Industrialisasi dalam beberapa hal menyebabkan memudarnya daya kohesi sosial sesama penduduk lokal dan bahkan memicu timbulnya kecemburuan sosial.

Dampak Lingkungan di sekitar lokasi ladang minyak PetroChina

Dampak lingkungan di wilayah ladang minyak Desa Rahayu keracuanan H2S yang dikeluarkan dari proses yang tidak berjalan dengan benar terhadap proses pembakaran gas beracun H2S yang meracuni masyarakat sekitar. PetroChina sendiri belum memiliki surat AMDAL yang sah. Dalam kementerian lingkungan hidup sampai tanggal 23 April 2004 ditemukan bahwa PetroChina masih dalam proses Perbaikan Dokumen AMDAL dan Revisi RKL–RPL.

Arahan Kedepan

Peran dari pemerintah harus sangatlah jelas dalam mengontrol seluruh aktivitas di Blok Cepu. Proses hukum harus ditingkatkan, permasalahan kepemilikan Dokumen AMDAL harus diurus. Peningkatan SDM di daerah terutama di Blok Cepu harus ditingkatkan seiringan dengan tuntutan kebutuhan profesionalisme dunia industri dan keterampilan masyarakat sekitar.

About these ads